james

james
tatar sunda

Senin, 06 Januari 2014

Resume

Kajian kitab AL-FUTUHAT ALMAKIYYAH
Karya : Ibn Arabi
Oleh : Ikhlas Budiman, M.si
Biografi Ibn Arabi
            Nama lengkap beliau adalah Abu Bakr Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Abdullah Al-hatimi. Lhir di mursyia Andalusia malam senin 17 Raamadhan tahun 560 H atau 28 juli 1165 M. Nanaa panggilannya Abu Bakr, Abu ‘Abdillah. Beliau diberi gelar “ Asy-syekh Al-Akbar ( Guru besar)”. Banyak gelar juga  yang diberikan kepada beliau seperti Muhy Alhaq wa Al-din, Alkabit Al-Ahmar, Sultan Arifin, dan lain-lain. Beliau wafat pada malam jum’at tanggal 28 Rabi’ul Akhir tahun 638 H atau 1240 M di kota Damaskus.
            Ayahnya bernama ‘Ali bin Muhammad, salah seorang ahli fiqih dan Hadits serta ahli zuhud dan tasawuf. Ibunya bernama Nur dari suku khulan. Istri pertamanya adalah Maryam binti Muhammad bin Abdun bin Abdurrahman Al-bajjai, seorang wanita sholehah dan ahli Mukasyfaah. Ibnu Arabi mempunyai dua anak laki-laki dan satu anak perempuan, kedua anak laki-lakinya bernama Sa’duddin Muhammad lahir di Malatiyyah bulan Ramadhan tahun 618 H, beliau dalah seorang sufi dan penyair, beliau meninggal di Damaskus tahun 656 H. Dan Imaduddin Muhammad beliau wafat 667 H. Dan anak perempuannya zainab.
            Sejak kecil Ibnu ‘Arabi hidup di mursyiah, kemudian dia berangkat menuju kota seville, yaituibukota Andalusia pada tahun 568 H. Disanalah, beliau belajar Al-qur’an dengan Abu bakr Muhammad bin Khalaf  Al-Lakhmi dan Abu Al-Qasim ‘Abdur-Rahman Al-ghalib Al-Syarath Al-Qurthubi. Selain mereka diantara guru-gurunya yaitu Abu Al-Hasan Syurayh bin Muhammad bin Syurayh Al-Ruyani, Al-Qadhi Abu muhammad ‘Abdullah Al-bazilli, Abu bakar Muhammad bin Ahmad  bin Abi Hamzah, Abu ‘Abdillah Muhammad bin Sa’id bin Darbun, Abu Muhammad Abdulhaq  bin ‘Abdurrahman bin’Abdullah Al-Isbili, ‘Abdushshamad bin Muhammad bin Abi Al-fadhl bin Al-harastani, Yunus bin Yahya bin Abi Al-hasan Al-Abbasi AlHasyimi, dan beberapa ulama lainnya.
            Ibnu Arabi telah mencapai maqam spiritual yang tinggi sejak kecil, namun dia mengikuti tarekat tasawuf secara resmi pada tahun 580 H saat berada di Sevile. Saat itu ia berumur 21 tahun. Ibnu Arabi telah menciptakan 244 kitabterutama yang paling banyak syarh kitab Fushush Alhikam yang ditulis sebagai  penjelasan ajarannya yang terkandung dalam kitab tersebut. Dan beberapa pengikut Ibnu Arabi diantaranya :
1.      Shadrudin Muhammad bin Ishaq Al-qunawi
2.      Fakhruddin Ibrahim Al-Hamadani
3.      Sulaiman bin ‘Ali
4.      Muayyiduddin bin Mmuhammad jandi
5.      Sa’iduddin Faraghani
6.      Kamaluddin ‘Abdurrazaq Al-Qasyani
7.      Dawud bin Mamud bin Muhammad Rumi Al-Qayshari
Sayyid Hydar Amuli
8.      Syikh Muhammad Syirin Maghribi Thabrizi
9.      Syah Ni’matullah Wali  Kermani
10.  Sha’inuddin ‘Ali bin Muhammad Turkah ishfahani
11.  Nurruddin ‘Abdurrahman Al-jami
12.  Azizuddin Nasafi
13.  Abdul Krim Al-jilli.

Kitab Al-futuhat Al-makiyyah
Kitab ini muali ditulis pada tahun  599 H di makkah. Pada tahun ini pula kitab al-safar al-awwal  diselesaikan. Dalam pengakuan Abdul Wahhab Sya’’rani  dalam kitab Al-kibrit Al-Ahmar fi  bayan Uluum  Al-Syikh al-akbarseluruh ilmunya yang berdasarkan penyingkapan dan makrifat serta disucikan dari keraguan dan penyimpangan. Kitab ini terdiri darii 560 bab yang terbagi atas 6 pasal :
1.      Pasal makrifat terdiri dari 73 bab.  Pasal ini menjelaskann makrifat sufi yang diawali dengan rahasia ilmu huruf dan diakhiri dengan rahasia syiar-syir agama.
2.      Pasal Muamallat terdiri 116 bab. Menjelaskan apa yang selayaknya dilakukan oleh pesuluk dengan mengambil pelajaran  dari  pengalaman sufistik hingga  kepribadiannya menyempurna.
3.      Pasal Al-ahwal terdiri 80 bab. Menjelaskan keadaan-keadaan dan pancaran yang diraiholeh pesuluk dalam perjalanannya menuju Tuhhan.
4.      Pasal al-manazil terdiri 114 bab. Menjelaskan tanda-tanda yang diberikan olehkekasih dalam keterasingan pasuluk, kemudian dia berhenti pada tanda itu untuk beristirahat sejenak, kemudian meninggalkannya dalam mi’rajnya yang abadi.
5.      Pasal Al-munazalat terdiri 78 bab. Menjelaskan tempat pertemuan yang abadi antara hambadalam pendakiannya dan Al-haq dalam penurunannya.
6.      Pasal al-maqamat terdiri dari 99 bab. Menjelaskan ufuk tertinggi yang diraih oleh pesuluk sesuai dengan kadarya dan pancaran pribadinya.

Muqaddimah
            Didalam kitab ini Al-futuhat Almakiyyah dijelaskan bahwa segal sesuatu memiliki manifestasi nam tersendiri. Perbedaan antara lafadz  ‘Abdulghafur (hamba yang maha pengampun), ‘Abdulhalim (hamba yang  maha penyabar), dan ‘Abdulkariim (hamba yang maha mulia).
            Ibnu Arabi menjelaskan bahwa  Tuhan menjadikan segala sesuatu hakikatberdasarkan bilangan nama-namanya serta menginfestsikan malaikat-malaikat penunduk berdasarkan bilangan  makhluknya. Setiap hakikat memiliki nnama dari nama-namnya. Hakikat itu menyembah dan mengetahui nam itu. Setiap rahasia hakikat memiliki malaikat yang berkhidmat dan selalu bersamanya. Diantar hakikat itu ada yang berhjab untuk melihat dirinya dari namany, kemudian dia keluar dari taklif dan hukumnya. Dan di termasuk golongan para pengingkar. Diantar mereka ada yang diteguhkan pondasi dan kekukuhan imannya oleh Allah. Allah merealisasikan tanda dirinya dan namanya, serta menjadikan nam itu berada dihadapannya. Orang ini tergolong dari golongan orang-orang yang  bersujud.
            Kitab  ini diberi nama Al-futuhat Almakiyyah oleh Ibnu Arabi dengan nama lengkap Al-futuhat Al-makiyyah fi ma’rifat al-asrar Al-malikiyyah wa al-mulkiyyah.



A.    Pasal Al-ma’rifat
Ilmu huruf
      Ibnu Arabi menjelaskan tentang makna firman tuhan yang berbunyi “Dan  janganlah kamu tergesa-gesa dalam membacanya  sebelum wahyunya diterapkan padamu” (Q.S. Thaha : 114).
      “Rasulullah saw tela diberikan Al-Qur’an dalam bentuk ajmal (menyeluruh tanpa diuraikan) sebelum jibril. Krena itulah dikatakan pada  beliau “ janganlah  kamutergesa-gesa membaca Al-Qur’an yang ada disisimu sebelum jibril datang. Lalu kamu kamu memberikan Al-Qur’’an itu pada umat ddalam bentuk teruraikan. Akhirnya tak seorangpun bisa memahaminya arena tidak teruraikan”.


Seluruh isi alam itu hdup dan berakal budi
      “Orang-orang berpendapat bahwa benda mati itu tidak berakal. Mereka berkesimpulan seperti itu berdasarkan penglihatan mereka. Namun hal ini menurut kami tidaklah sedemikian itu. Jika datang penjelasan pada mereka dari nabi bahwa batu, atau punduk kambing. Atau pohon kurma, atau hewan diajak bicara olehnya. Mereka malah mengatakan Allah menciptakan kehidupan  dan ilmu baginya pada saat itu saja. Hal ini menurut sedemikian itu, tetapi rahasia kehidupan itu merata pada seluruh alam. Segala sesuatu mendengarkan suara orang yang menguumandangkan adzan, baik itu dari suatu yang basah atau suatu yang kering. Sama memberikan kesaksian padanya. Hal ini tidak diberi kesaksian kecuali yang memiliki ilmu. Ini ditetapkan dari mukasyafah, bukan dari penyimpulan pandangan.

Sofostik
      “ kekacauan dalam fikiran sofistik disebabkan karena adanya  kesalahan dalam indera-indera mereka. Indera-indera itu yang menjadi sandaran para intelektual dan validitas pembuktian mereka, begitu juga sandaran pada prinsip-prinsip yang sudah jelas dengan sendirinya dalam ilmu ketiuhanan dan selainnya. Ketika kekeliruan tampak pada mereka lewat indera itu, mereka malah mengatakan bahwa tak ada satupunilmu yang menyatakan bahwa tidak ada satupun ilmu yang bisa dipercaya.

B.     Pasal muamallat
Ma’rifat kewajiban-kewajiba dan sunnah
 Ibnu Arabi menjelaskan tentang makna warna putih
“warna putih itu sangatt dicintai Allah swt dan memerintah kita untuk mengenakan pakaian putih  dihari jum’at. Karena warna yang lain itu dapat .berubah menjadi warna putih sedangkan putih tidak dapat berubah kewarna yang lain. Diantara warna itu ada warna yang menempati tempat dan ada warna yang menjadi warna dalam pandangan lahiriah mata. Seperti gunung yang putih menjadi hiotam dari jauh. Ketika kamu datang ke situ, kamu melihat gunung itu berwarna putih, [adahal sebelumnya kamutelah mengatakan gunung itu berwarna hitam. Kamu salah dengan pernyataan itu.
 Meninggalkan kewara’an
Ibnu Arabi menjelaskan tentang perilaku wara’
“Jika seseorang melihat orang lain menentang kebenaran yang disyari’atkan, kemudian dia meninggalkannya sekejap, lalu dia melihatnya lagi pada kesempatan yang lain, kemudian menghukumnya seperti keadaan sebelumnya, maka dia tidak memenuhi hak ketuhanan dan beradab bersama Allah. Dia menjdai teman iblis sang pengingkar dan yang merugi. Dia selalu berprasangka kepada Allah dan kepada hamba-hambanya. Kewara’annya merupakan bencana.

C.     Pasal Al-ahwal
D.    “hendaknya seorang hamba tidak melanggar hukum pada tempatnya, baik sebagai subtansi atau aksiden, atau waktu, atau tempat, atau posisi, relasi, kondisi, kuantitas, tindakan aktif, pasivitas (tindakan yang dipengaruhi). Adapun adabnya pada substansinya yaitu hamba mengetahui hukum syari’at substansi dan melaksanakannya sesuai dengan substansinya, mineral, atau tumbuhan, hewan, dan manusia.adab seorang hamba pada aksiden-aksidennya yaitu apa yang berkaitan dengan perbuatan-perbuatan mukalaf yang wajib, yang dilarang, yang makruh, yang mubah dan yang sunnah. Di antara hukum itu ada yang waktunya sempit dan ada yang waktunya yang luas. Adapun adabnya pada tempat, seperti tempat-tempat ibadah, contoh rumah Alloh yang di muliakan olehnya  dan rumah-rumah makhluk dan dirumah-nya itu namanya disebut adapun dalam posisi, sesuatu itu tidak dinamakan dengan selain namanya karena syariat berubah dengan perubahan.
E.           Dihalalkan apa yang sebelumnya diharamkan, dan diharamkan apa yang sebelumnya dihalalkan. Sebagaiman dalam hadits ” akan datang zaman pada umatku beberapa kaum yang menanamkan khamar dengan bukan namanya.” Artinya membuka pintu kehalalannya dengan nama. Kami telah menyebutkan kisah tentang kecerdasan Imam Malik ketika ditanya  tentang babi laut. Beliau menjawab “ia haram”
F.            Adab kondisi, seperti kondisi safar (perjalanan) dalam ketaatan dalam kondisi dalam maksiat, hukum berbeda dengan kondisi. Adapun adab dalam kuantitas yaitu dia tidak menambahkan dan tidak mengurangi anggota-anggota wudhu dalam berthaharah begitu juga tentang bilangan salat ,zakat dan sebagainya.
G.    d. pasal al munazil
H.          “suatu ketika datang seorang badui bertanya pada nabi saww dia berada di hadapanpara sahabat lalu berkata “ wahai rosululloh saya ingin bertanya padamu tentang pakaian penghuni surga, apakah makhluk yang diciptakann atau tenunnan yang ditenun. Orang yang hadir mentertawakannya rosul pun marah dan berkata “ apakah kalian mentertawakan orang bodohyang bertanya kepada orang yang tahu?” kesinilah, ketahuilah baju itu di buat dari buah surga” nabi menjawab dengan melegakan dirinya. Nabi menghilangkan perasaan malu padanya dengan mengajarkan sopan santun pada sahabatnya pada sahabatnya saat dia bertanya. Orang badui itu kembali gembira dengan mendapat ilmu.
I.       e. pasal al munazalat
J.       `     ibnu arabi menjelaskan tentang siapa yang di hina berarti dia menang.
K.    ...(rosululloh saw bertanya pada sauda: dimanakah Alloh swt? Sekiranya yang mengatakan itu bukan rosul maka dalil aqli memberikan kesaksiaan akan kebodohan yang bertanya. Karena dia tidak memiliki kedimanaan. Namun, ketika yang bertanya ini adalah rosul serta telah jelas hikmah dan ilmunya, maka kita mengetahui bahwa sauda tidak memiliki kemampuan untuk memikirkan siapa yang mengadakanya kecuali apa yang dia bayangkan pada dirinya. Seandanya rosul berkata padanya tidak sesuai pada dirinya maka faedah yang di inginkan tidak akan diperoleh dan tidak akan diterima kebijakan rosul adalah menanyakan pada suada seperti itu sesuai dengan pertanyaannya ini dengan ibarat ini. Oleh kerena itu, ketika sauda itu menunjukan ke langit, rosul mengatakan bahwa dia itu mukmin. Artinya dia mengekui wujud alloh swt. Rosul tidak mengatakan bahwa dia orang alim, karna dia membenarkan firman alloh swt, dan dialah alloh swt di langit. (Qs.Al –anam:6 pasal 3 ) seandainya dia orang alim dia tidak akna membatasinya di langit dari sini diketahui bahwa orang alim bisa bersahabat dengan orang bodoh dalam kebodohannya dengan mengikuti kemampuannya akalnya. Sedangkan orang yang bodoh tidak mampu bersahabat dengan orang alim tanpa penyesuian orang alim dalam bentuk kebodohanya.
L.     F. pasal al mahkamat
M.         Cara memudahkan yang sulit (ibnu arabi), “ tidak ada penghalang antara kamu dan kebenaranya kecuali ketergesaan mu dalam mengucapakan. Rezeki itu telah di turunkan sesuai kadar yang telah di tentukan meskipun permintaan tambahan sudah merupakan naluri bangsa dan agama karena rezeki permintaan hamba. Pada yang tidak tertunda kecuali pada yang di takdirkan telah di tentukan waktunya. Dialah yang menetapkan ketertundaan dalam memudahkan yang sulit tidak ada kesulitan di alam ini sekiranya tujuannya itu hilang maka semuanya mudah. Maka tak ada sebab maka tak ada akibat (pembuktian demonstrati)
N.    Pandangan ulama tentang kitab al futuhat al makiyah
O.          Abdul al wahab asyahrani (898-973 H) menulis ringkasan dari dal kitab al futuhat al makiya yang di beri judul lawakih al anwar al qusiyah al mutakah min al futuhat al makiyah. Kemudia kitab lawakih diringkas lagi menjadi buku al kibrit al ahmar fi bayan ulum al syai ik al akbar mengatakan “ketahilah , wahai saudaraku, sesungguhnya saya sudah menelaah beberapa kitab para ulam yang tidak dapat saya hitung namun saya tidak menemukan kitab yang piling mencakup ucapan ahli tarekat melebihi kita al_futuhat al makiyya terlebih lagi yang trkandung di dalamnya dari rahasia rahasia sareat dan penjelasanya perdebatan para mujtahid dalam menentukn hukum ._ jika seorang mujtahid membaca kitab tersebut niscaya ilmu nya akan bertambah ,bahkan dia akan mengetahui rahasia rahasia dalam berbagai sudut pandang tentang penetapan hukum dan dengan alasan alasanya yang autentik dari apa yang belum diketahui .jika seorang mufasir al-qur-an atau pensara hadi hadis nabih atau ahlih kalam atau ahli hadis atau ahli bahasa  kori,penafsir mimpi, ahli fisika dan kedokteran atau ahli mate matika , ahli nahhu,ahli logika ,sufi tau orang alim yang mengetahu alam , nama nama ilahi ,atau orang alim yang menguasai ilmu huruf membaca kitab itu maka mereka akan menemukan hal hal yang baru.

Tidak ada komentar:

Blogger news